aku merindukan waktu kita…
saat kita membicarakan kehidupan kita…
saat kita menertawakan kebodohan kita…
saat menertawakan kekurangan kita masing-masing…
…dan saat kita menghabiskan waktu kita hingga senja membawa kita kembali ke peraduanĀ
miss you mr. monster! :’)
Dimana kisah kita yang dulu?
Senyummu, teriakan kita, tangisan kita, keluh kesah kita…
Aku merindukannya…
Tak cukup peka-kah kamu?
Aku menangis dalam hati saat melihatmu tak lagi tertawa bersamaku…
Aku bukan orang yang kemarin sore mengenalmu…
Juga bukan orang yang sangat dekat denganmu…
Kamu menyebutku teman…
Aku menyebutmu sahabat…
Kamu berusaha tak menyapaku…
Aku berusaha mencarimu…
Jauh waktu berjalan kusadari kita di arah dan tujuan yang berbeda…
Layaknya kereta yang berbeda, kita bertemu di satu jalan, namun akhirnya kita menuju ke arah kita masing-masing…
Mungkin kita memang harus sadar bahwa kamu, aku, kita tak sejalan…
Tapi mengapa kita bertahan? tahukah engkau, semakin aku sadar perbedaan dan tujuan kita semakin aku takut kehilanganmu?
Tahukah disini kami masih membuka tangan kami untukmu…
Hanya untuk sekedar tawa kita yang tlah hilang termakan ego…
#dearYou
Tiba-tiba dia datang lalu menciumku seraya berkata “cepet sembuh mba yoanku, aku temenin sampe sembuh pokoknya!” dan kemanapun saya pergi, dia ikut! What a love!
kemarin tanpa sengaja, aku memperkenalkanmu pada ayahku…
lalu semua terasa indah…
ayah tak bicara lagi…
kukira beliau marah….
hingga pagi datang, beliau berkata : “baik-baiklah dengan dia, dia orang yang baik! Titipkan salam ayah padanya…”
wow! tak kusangka semudah ini jalannya… :’)
tersadar saat bangun pagi aku melihat matahari menyeruak masuk…
menanti sapaan pagimu, terdiam memandang layar handphone yang tak kunjung menandakan kehadiranmu…
matahari meninggi, kau terkesiap…
aku menunggu, kau tak kunjung menghubungiku…
aku mulai lelah, saat tiba-tiba kau berkata “selamat pagi sayang, seperti biasa aku mencintaimu seperti pagi-pagi sebelumnya, tetaplah menjadi satu yang kucinta dalam pagiku :)”
thanks love :’)
#curhat